Berubah lebih baik

Hidup itu adalah anugrah maka harus selalu disyukuri dan tidak usah selalu mengeluh akan keadaan karena masih banyak orang di luar sana yang lebih susah dari kita. Awal tahun ini, aku ingin lebih mensyukuri kehidupanku betapapun penatnya beban yang harus kutanggung. Kadang ada jenuh, bosan, sebal, kesal, sedih bercampur baur hingga menghasilkan keluhan tanpa henti….dan jika sudah begitu…utk apa semua keluh kesah itu? Bukankah lebih baik jika dapat menerima keadaan dan kenyataan yang terjadi sambil berusaha lebih baik lagi agar beban itu bisa sedikit berkurang? Yap, aku merasa aku ini orang yang penuh keluh kesah…tp entah mengapa belakangan ini aku sering membaca koran atau menonton tv atau sumber lainnya yang menceritakan di luar sana begitu banyak kehidupan yang begitu berat utk dijalani. Dari situ aku melihat hidupku sendiri, rasa-rasanya hidupku jauh lebih baik dari mereka semua itu…….tetapi tetap saja aku mengeluh…ckckckckck……parah….

Karenanya aku ingin berubah…menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk suami dan anak anakku tercinta, untuk orang tua dan teman2 ku dan untuk sesamaku………..tahap awal untuk twinsku dulu…krn kadang aku tak sabar menghadapi kenakalan dan kerewelan mereka….dan jadinya nada suaraku jadi naik…suara tinggi itu sering keluar..meski maksudku bukan untuk membentak. Aku tidak mau twins menurutiku karena takut. Meski setelah nada tinggi itu keluar, aku selalu memberitahu mrk apa maksudku..tetap saja aku merasa bersalah..aku tak mau jd mommy yg spt itu….makanya januari ini, aku mulai berubah…dari hal-hal kecil seperti nada suara ku ….sekesal apapun..aku tak mau lagi spt itu………….dan aku senang aku sudah berhasil melakukannya..kadang secara tak sadar masih ada sih suara tinggi itu…tp sudah sangat jarang. Aku bersyukur satu langkah kecil sedang kubuat :)

Kedua untuk suamiku tersayang. Jika yang namanya cape itu udah datang, apalagi melihat twinsku yang sangat sangat nakal…siapa lagi yang menjadi pelampiasan kesalku selain han…..lagi-lagi suara tinggiku keluar bagai hujan. Kalau sudah begini…..hanya kesabaran han yang bisa mengobatiku. Dia akan membiarkan aku marah-marah…dan setelah reda, han hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. kalo sudah begitu, aku jadi malu sendiri. Secape apapun han, han nggak pernah marah tapi kalo keblug sih iya…..makanya aku sedang berusaha merubah sikapku ini. Aku merasa han lebih sabar dalam menghadapi segala sesuatunya. Itu yang ingin aku tambahkan di tahun ini, bersikap lebih sabar.

Ketiga lebih berbakti pada orang tua, baik orangtua han dan orangtuaku. Bagaimanapun caranya, aku akan berusaha supaya bisa memenuhi keinginan mereka. Kami berdua ingin lebih membanggakan mereka. Semoga itu bisa terlaksana

Keempat untuk sesama…nah ini yang susah….sesama berarti semua orang baik yang kita kenal juga yang tidak kita kenal. Kalau untuk orang yang kita kenal, masih mungkin dilakukan. Tp kalau tidak, sebatas apa kita bisa memberikan kebaikan? Kalau hanya membantu menyebrang jalan seorang ibu tua itu sih sudah seharusnya dilakukan….atau memberi sedekah…eittt nanti dulu, kadang si pengemis pun hanya pengemis gadungan….suka sebel juga ngasih ke pengemis apalagi pengemis anak, remaja, dan orang yang seharusnya msh bisa kerja. tp bukan berarti juga orang tua jompo yang jadi pengemis itu benar-benar pengemis…ah nggak tau lah..kadang kalau hatinya lagi kasihan, suka ngasih sedekah ke pengemis….nah apa dengan memberi sedekah itu berbuat baik bagi sesama tak peduli apakah itu bisa merusak masa depan si pengemis anak ? bingung kan.

Terakhir dan terpenting, untuk Tuhanku. Menyediakan waktu special untuk-Nya….sptnya sudah jarang aku lakukan. Alasannya apalagi kalau bukan cape, ketiduran, dan nggak ada waktu..padahal sebenarnya waktu itu ada, cuma sepertinya menduakan waktu untuk-Nya sering banget terjadi. PAdahal dulu, aku suka mengadakan waktu khusus bersama-Nya…bisa setengah jam curhat dengan Tuhanku. Sejak si kembar lahir…duniaku berubah. Segala kesibukan untuk mengurus mereka membuatku lupa untuk berdekatan denganNya. Memang aku masih menyempatkan diri untuk berdoa malam…tp itu hanya sebatas rutinitas….kurang mendalam..apalagi kalau udah ngantuk. Ke gereja pun hanya kalau “bisa” bukan lagi suatu tuntutan iman. Duh parah ya…aku tidak mau dengan alasan repot mengurus twins merubah kerohanianku. Sudah hampir 2.5 thn begini..makanya harus BErubah….sesibuk apapun…aku ingin ada waktu berkualitas yang kulewatkan bersamaNya. Dan aku tidak mau doa malam itu hanya sebagai rutinitas belaka….dan satu lagi…ke GEREJA itu tidak boleh dinomorduakan. Sesempit apapun waktu yang kumiliki, waktu untuk Tuhan harus selalu ada. Syukur syukur kalau bisa aktif lagi di gereja seperti dulu… :)

Ya begitulah….saatnya untuk berubah lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>