Bersikap TegAS

Semakin hari twins semakin nakal dan jail. Kalau dilarang, malah semakin sengaja dilakukan atau paling banter jadi nangis. Sebel deh kalo udah kaya gini. Berusaha ngertiin mereka maunya apa. Tapi kalau setiap kemauan diikuti, bisa ngelunjak donk. Makanya aku memutuskan untuk sedikit demi sedikit menerapkan displin dan aturan pada mereka. Memang pasti ada penolakan atau tepatnya tangisan yang tak kunjung berhenti dan bikin pusing. Tapi itu untuk sesaat kok, paling lama sejam. Setelah itu, nangisnya diam sendiri. Nah, kalo udah nangisnya diam, aku lalu menjelaskan kalo maksud aku melarang mereka melakukan sesuatu itu juga demi kebaikan mereka. Dan akhirnya besok-besok mereka tidak melakukannya lagi

Itu yang kualami dengan mich. Hari Jumat kemarin, aku terima raport dari Tumble tots, yang isinya mich itu selalu bergantung pada pengasuhnya. Akhirnya jadi di AIS (digendong) melulu. Yap, di rumah juga mich maunya diais melulu. Nah jumat sore, setelah makan malam, aku ajak mich take a pee. Dia minta diais, but I say NO….and then he cry and shouted “Ais..ais” berulang-ulang. Dan aku bilang NoNoNo….”mich kan udah besar, udah punya kaki buat jalan. kalo mich mau bisa lari cepat atau lompat tanpa jatuh, kakinya harus sering dipakai jalan. Kalo diais cuma untuk dede bayi. Mich masih bayi atau udah besar?” …………selama diomongin gitu..mich terus nangis dan mau ais terus……terus akhirnya mich bilang ” mau mama“ lalu aku ngomong kalau mau mama, nangisnya harus diam….ajaib..nangisnya diam. Nah pas udah diam, aku omongin lagi…kali ini, mich menyimak dengan baik dan akhirnya dia turun dari aisan aku. Dan sejak saat itu sampai hari Minggu ini, mich nggak minta ais lagi…dan dia selalu bilang bahwa dia harus jalan, ais cuma untuk dede bayi….and I Smile…It works….

Yang kedua, dengan mich lagi…mich bersikeras ingin membuka dan menutup lemari kaca meja rias terus menerus. Pas aku larang mich nangis lagi …..terus aku bilang mama nggak suka anak cengeng…kalo mau mama, nangisnya harus berhenti….yap nangisnya berhenti lagi….terus mich agak mendiamkan aku….ceritanya protes..tp tak lama kemudian normal lagi. Dan mich cuma sesekali buka tutup lemari kaca tsb. yo wis lah….

Yang ketiga, lagi lagi sama mich….mich nggak mau dipakein celana. Sampai nangis…dia mau tidur tnp celana panjang. Terus nangis..sampai akhirnya aku minta dia berhenti nangis krn aku nggak suka. Dia terdiam…terus aku tanya….mich mau pakai celana yang mana..yu ,pilih. Tapi mich cuma menunjuk pakai telunjuk dan nggak ngomong sama sekali. Waduh gawat pikirku….terus aku omongin lagi kalo aku nggak suka anak cengeng…terus kalo nangis sambil ngomong mana aku ngerti. Mich udah besar, bisa ngomong, makanya harus ngomong….mich terdiam lagi…tp tak lama kemudian normal lagi.

Aku sempat deg sih…setiap kali mich jadi terdiam setelah aku marahin. Nada suaraku kadang tinggi, tp kuatur sebisanya supaya nada bicaraku senormal mungkin tp tetap tegas. Hasilnya sampai hari ini, it works….tiap kali nakal seperti itu, aku cari cara dan waktu yang tepat utk ngomong bhw semua itu ada maksud baiknya…dan tidak lupa aku selalu bilang kalau aku lakuin semua ini karena sayang padanya.

Kevin…prestasi di Tumble Tots bagus, bahkan dia bisa masuk ke level yg lebih tinggi krn dianggap mampu. Aku senang tp kalo di rumah, kevin terlalu sensitif kurasa….sedikit aja dijailin mich, kev nangis. Terus keukeuhnya itu lho, misal kevin menyebut warna kuning itu nuning, kalo dikasih tau harus bilang kuning bukan nuning, kevin malah bilang nuning. Kalau kitanya nggak setuju, kevin malah jadi nangis. Beberapa hari ini aku antepin aja kevin nangis…ngak sampai nangis gimana sih, cuma nangis manja gitu…aku coba alihkan perhatiannya…sesudah ilang BT nya, baru diberi penjelasan. Dan akhirnya spt contoh di atas, kevin berhasil menyebut kata kuning dengan lancar. Terus kebiasaan kevin yang lain, kalo lilir di malam hari, kevin selalu nangis, meminta barang atau sesuatu yang diingatnya atau ada dalam mimpinya kali. Tadinya selalu diturutin spy kevin bisa kembali tertidur. Tapi hari ini, tidak. Biasanya jam 8 pagi baru bangun, tp hr ini udah bangun jam 7 sambil nangis dan ngomong ngak jelas. Krn aku sudah bertekad utk bersikap lebih tegas, aku biarkan ia menangis…tangisan manja khas kevin. Lagian kupikir jam tidurnya juga sdh cukup, jd kalo tdk tertidur lagi, tak apalah….kevin entah mau apa…aku tak mengerti krn dia ngomongnya sambil nangis. Terus aku bilang kalo aku nggak ngerti dan nggak suka kevin spt itu…dia malah tambah nangis…akhirnya aku diamkan…jurus jitu menghadapi anak nangis adalah mendiamkannya (spt kata psikolog yang diundang tumble tots). Akhirnya kevin bilang mau mama…kesempatan !!! terus aku ngomong lagi, kalo mau mama nangisnya harus berhenti krn mama nggak suka anak cengeng. Akhirnya nangisnya kevin berhenti..stl cooling down, lagi-lagi aku jelasin, kenapa aku bersikap spt itu pada KEvin dan aku tetap sayang padanya.

Aku sendiri tak tahu apakah sikapku sudah benar atau belum. Dari berbagai artikel yg aku pernah baca dan psikolog yg diundang Tumble tots, kesimpulanku adalah tidak semua kemauan anak harus diikutin krn akan menjadikan anak bossy. Jadi harus pandai memilah mana yg boleh dan yang tidak. Sejauh ini, sikap yang aku terapkan sptnya membuahkan hasil yang positif…semoga saja seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>