Menyapih Dengan CiNTa

Twins kami adalah twins asi, meskipun dua bulan pertama dicampur formula. Tapi selanjutnya sampai mereka 1 tahun, susu yang mereka minum adalah asi. It’s a miracle cause aku msh nggak nyangka bisa memberikan mereka asi. Bahkan sampai hampir 2 tahun pun, mereka masih mendapat asi sepanjang malam. Siangnya mereka minum susu uht. Ketika teman-temanku tau bahwa aku masih memberikan twins asi, mereka suka terheran-heran, dan banyak komentar yang kuterima yang intinya duh, kok mau-maunya ngasih asi sampai umur segini, kan sakit kalo gigit, terus ntar susah disapihnya, dll…pokonya sebagian besar comment nya bernada negatif. Semua comment itu kutanggapi dengan senyum krn aku yakin ini pilihan kami supaya twins mendapatkan asi sampai umur 2 tahun toh stok asi nya masih ada. Karena asi adalah yang terbaik. Meski sudah tidak full asi, tapi setidaknya sepanjang malam dari mulai mau tidur sampai bangun pagi, jika mereka mau mimi susu, mereka akan mendapatkan asi. Selelah apapun, aku tetap berkomitmen asi sampai 2 tahun :) aku kadang suka heran untuk para moms yang cuma pny satu baby yg pernah aku temui, kebanyakan mereka berkata enggak mau kasih asi lagi krn malas terbangun ditengah malam cuma utk kasih asi. Padahal menurutku, asi itu praktis. Meski hrs terbangun malam, tapi kan bisa langsung dikasih asi, nggak usah bikin susu formula….(eh ini berlaku untuk baby-baby yang tidur dengan mommy nya bukan dengan pengasuh lho. Klo baby yang tidur dengan pengasuh, kalo ngak mau beribet dengan wkt tidur yang terganggu, emang hrs nyiapin waktu buat mompa asi dulu, dan jelas menurutku itu tidak praktis). Karena asi ku kuberikan langsung saat twins minta, maka aku tidak perlu menyiapkan apa-apa lagi, makanya kesimpulanku adalah asi itu praktis sekali.

Aku pernah baca artikel soal menyapih dengan judul ‘ menyapih dengan cinta’. Artikel itu memberikan inspirasi untuk kami dalam hal menyapih twins. Inti dari artikel itu adalah bahwa penyapihan itu proses pengertian antara ibu dan si baby. Berikan selama baby masih meminta, tapi tidak juga menawarkan. Aku pikir ‘pengertian’ itu perlu proses yang lama, makanya mulai umur 20 bulan, setiap mau tidur malam sebelum asi, aku selalu bilang ” kevin michael udah gede ya, udah mau 2 tahun. Anak yang udah gede nggak perlu nenen mama lagi. Tapi mama tetap sayang michael kevin meski udah nggak nenen mama. Michael kevin juga sayang mama kan? yu sama-sama belajar lepas dari nenen mamah.” kalo udah diomongin kaya gini, twins jadi senyum-senyum..tapi tetap aja mereka minta asi menjelang tidur….krn aku ingin menyapih mereka dengan cinta, aku tetap memberikan asi saat mereka minta. Tapi aku bilang skrg mereka boleh nenen mama, tapi harus belajar lepas ya. janji lho……………begitulah melewati malam demi malam…aku tak pernah bosan…..ada yang sudah berhasil menyapih by love, makanya aku percaya ini bisa dilakukan…meskipun perlu proses yang panjang. Lain halnya kalo dengan cara-cara paksaan seperti diberi yang pahit, diberi warna lipstik, atau diplester dan ekstrim sama sekali melarang mereka mendapat asi. Buatku cara-cara seperti itu kok terasa menyiksa ya, baik buat si baby maupun buat si ibu (bisa bengkak kan kalo tiba-tiba stop begitu aja). Mungkin dengan cara memaksa seperti ini, penyapihan bisa dilakukan dengan cara singkat. Tapi ini bukan cara kami…..

Menjelang 22 bulan, tepatnya tgl 26 mei yang lalu. Seperti biasa, aku mau menidurkan kevin. Setelah mengajak kevin utk berdoa malam, mulailah kalimat ritual itu aku ucapkan dan kevin seperti biasa, senyum-senyum. Bedanya kevin nggak minta nenen lho. Dia malah bangun dari tempat tidurnya dan ngajak main lagi. Wah…jam 9 kan jam tidurnya, malah ngajak maen lagi (tergoda donk buat langsung ngasih asi cause biasanya klo udah minum asi pasti langsung terlelap, padahal prinsipnya kan tidak menawarkan kalo anak tidak minta). Tapi entah kenapa feelingku mengatakan cobalah siapa tau proses penyapihan bisa berjalan saat ini. Dan setelah kevin puas bermain sampai jam 22.30, kevin naik ranjangnya dan mau tidur hanya dengan dikepuk-kepuk doank tanpa ASI. Nah lho…..BeRhAsIL!!!!! ngak nyangka lho padahal aku hanya coba-coba..eh taunya kev udah nggak minta asi sebelum bobo. Han dan aku senang sekali. Kemajuan nih ceritanya. Meski belum 2 tahun, tapi kalau si anak udah bisa disapih why not? btw, mich udah tidur dulu with asi saat kevin kembali cenghar. Sepanjang malam itu, kevin pernah bangun tapi cukup diberi air putih, dikepuk-kepuk, dan tertidur kembali.

Besoknya, mengulang kejadian kemarinnya. Hanya bedanya, kali ini mich ikutan…dan dua-duanya jadi pada segar lagi sampai jam 22.30. Akhirnya mich minta bobo dulu, tapi belum lepas dari asi. And guest….berikutnya kevin minta bobo juga tapi without ASI…wah malam kedua nich kevin lepas dari asi :) aku senang sekali….meskipun kami sangat kelelahan melayani keceriaan mereka sampai jam 22.30. Belum lagi, aku harus memompa asi yang tidak diminta kevin lagi. Kesimpulanku kevin sudah bisa disapih….dan aku banggaaaaaaaaaaa sekali karena proses penyapihan kevin berjalan sesuai keinginan kami, tanpa paksaan, tanpa tipuan, hanya dengan pengertian :)

Hari ketiga, aku penasaran dengan mich. Bisa nggak ya mich tidur tnp ASI? Kalo lihat mama, pasti ujung ujungnya asi, makanya saat jam tidur, mamanya sembunyi bentar. Mich bobo sama papa, dan di hari ketiga ini, kev juga bobo sama papa. Sambil digendong sih dan dikepuk-kepuk…yang penting, mereka bisa tidur tanpa ASI. Tengah malam, mich terbangun dan minta asi…aku tetap berikan. Mungkin mich belum siap utk disapih. Tidak apa-apa. Satu per satu dulu aja. Kevin udah bisa disapih saja sudah sangat kami syukuri.

Hari keempat, kembali mich dan kev tidur hasil karya papanya. Dan di malam ini, saat mich terbangun tengah malam, udah bisa tnp ASI lho…emang pertamanya nangis dikit…tapi hanya sebentar. Setelah diberi air putih dan dikepuk-kepuk serta diberi alunan musik klasik, mich kembali tertidur.

Hari kelima, aku penasaran untuk menidurkan kembali twins. Dan ternyata michael udah mau tidur without ASI…wah HEbat…ngak nyangka prosesnya bisa secepat ini. Padahal tadinya aku cuma mau coba-coba doank..masih kurang 2 bulan nih ….tapi ya sudahlah…toh penyapihan ini berjalan dengan damai tanpa ada acara ngadat-ngadat segala.

Seminggu setelah penyapihan ini, michael sakit..dan mamamnya sedikit sekali. Minum susu uht juga susahhh banget. Akhirnya daripada nggak ada yang masuk sama sekali, kuputuskan untuk memberi mich asi kembali. Asi kan sarat akan gizi, lagian mich nggak mungkin deh menolak asi. Meski aku tau, harus menjalani proses penyapihan kembali, biar saja yang penting ASI bisa masuk untuk memenuhi kebutuhan gizi mich yang sedang sakit ini. Dua hari kemudian, kevin ikutan sakit. Tapi meski kev sakit, kev masih bisa makan lumayan banyak. Susunya juga mau diminum meski rada susah. Mendinglah dibanding mich, jadi kev tetap dapat disapih.

Aku beri mich ASI selama 2 malam doank, setelah nafsu makannya normal kembali, kuputuskan untuk melanjutkan proses penyapihan. Dan seperti dulu, menjelang tidur malam, mama menghilang krn klo ada mama, mich pasti minta asi lagi deh. Dua hari mich dan kev ditidurkan oleh papa atau suster. Malam ketiganya, kembali ada mama. Tapi mich mau tidur sama papa, dan kevin sama mama.

Ternyata menyapih dengan cinta itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Semuanya senang, papa mama senang, si anak pun senang. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang merasa dibohongi semuanya berjalan dengan adanya saling pengertian. Tidak mudah tapi bukannya tidak mungkin. Butuh kesabaran ekstra. Twins saja bisa disapih dengan cara ini, apalagi cuma satu bayi. So, semoga cerita ini bisa memberi inspirasi untuk mommy yang akan menyapih bayinya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>